Akrabnya AMS pada Pak Arnowo Sang Pemasok Ikan

Semarang merupakan salah satu kota yang berbatasan dengan laut, dengan hasil ikan yang cukup melimpah, Semarang mempunyai tempat pelelangan ikan di Pasar Ikan Rejomulyo atau lebih dikenal dengan Pasar Kobong. Pasar Kobong yang terletak di utara kota Semarang tak pernah sepi pada malam hari, hiruk pikuk penjual maupun pembeli dapat kita rasakan ketika kita menyusuri lorong demi lorong di pasar Kobong. Pasar Kobong hingga saat ini menjadi tujuan utama pengirim ataupun pedagang besar ikan segar, sampai pengecer. Bahkan mereka menganggap tempat itu sebagai pasar induk ikan terbesar di Jateng. Omzet pasar di Jalan Pengapon itu mencapai miliaran rupiah per hari.
Tak jauh dari tempat tersebut, puluhan truk dan pick-up parkir persis di depan pasar. Beberapa pengemudi terlihat ngobrol, dan beberapa lainnya tiduran di atas bak atau kabin. Beberapa tenaga bongkar muat segera mendekat, mereka menurunkan berpuluh drum-drum plastik berisi ikan hasil tangkapan dari laut maupun yang berasal dari budi daya tambak. Jenis ikan konsumsi itu antara lain tongkol, bawal, banyar, layang, tengiri, tigawaja, bandeng, cumi-cumi, dan udang. Pedagang yang menunggu kiriman ikan itu sejak sekitar pukul 20.00 terlihat mengawasi kegiatan bongkar-muat. Tidak berapa lama terjadi transaksi antara mereka dan pemasok. Selain para pedagang, banyak pula warga datang membeli ikan segar untuk dikonsumsi sendiri.
Dengan kegiatan perekonomian yang begitu pesat di Pasar Kobong, BPR AMS ikut berperan serta didalamnya. Dengan memberikan kredit modal kerja BPR AMS berkontribusi untuk semakin memajukan perekonomian di Pasar Kobong. Salah satu pedagang di Pasar Kobong yang mempercayakan pembiayaan usahanya kepada BPR AMS adalah Bapak Sedjo Arnowo atau yang akrab dipanggil Pak Arnowo.
Pak Arnowo merupakan salah satu pedagang besar di Pasar Kobong. Usaha yang turun temurun itu, sekarang mencapai omzet lebih dari 60 juta per bulan. Pelanggannya berasal dari berbagai daerah di wilayah pantura Jawa Tengah dan selatan, seperti Solo, Yogyakarta, Magelang, Wonosobo, dan Purworejo. Beberapa pedagang dari pantai selatan seperti Cilacap juga membeli ikan di Pasar Kobong. Mereka kulakan di tempat itu, karena jenis ikannya lebih beragam dibandingkan dengan hasil tangkapan dari laut selatan. Pak Arnowo menambahkan, ikan tongkol adalah jenis ikan yang paling banyak diminati pembeli. Usahanya yang buka setiap hari mulai pukul 18.00 itu mengakhiri kegiatan pada pukul 06.00 pagi.
Pak Arnowo merupakan salah satu nasabah BPR AMS yang telah membuktikan apresiasi BPR AMS terhadap usaha mikro, kecil, menengah. BPR AMS selalu memberikan pelayanan yang terbaik dengan produk-produk yang selalu berinovasi sesuai dengan kebutuhan pasar. Dengan dukungan penuh BPR AMS kepada UMKM diharapkan perekonomian di Semarang terus berkembang.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.